LG Resmi Stop Produksi TV 8K, Ternyata Ini Alasan di Baliknya!
DB KLIK – Industri televisi dunia sedang dikejutkan oleh langkah besar raksasa teknologi asal Korea Selatan, LG.
Setelah bertahun-tahun mempromosikan layar dengan resolusi super tajam sebagai masa depan, LG kini dilaporkan mulai mengambil langkah mundur.
Keputusan untuk menghentikan produksi TV 8K ini memicu tanda tanya besar: Mengapa teknologi yang digadang-gadang sebagai "masa depan" ini justru disuntik mati?
Tren "Mundur Teratur" Para Raksasa Teknologi
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Beberapa merek besar seperti TCL dan Sony belakangan ini juga mulai mengurangi fokus pada lini produk 8K mereka. Namun, pernyataan terbaru dari LG Electronics seolah menjadi paku terakhir yang menegaskan bahwa pasar TV 8K sedang tidak baik-baik saja.
Baca juga : Kolaborasi Terbesar Tahun Ini! Konser Comeback BTS Dipastikan Tayang Live di Netflix
LG secara resmi memutuskan untuk tidak lagi menjadikan TV 8K sebagai prioritas dalam jajaran produk terbarunya di tahun 2026. Keputusan ini sangat kontras jika kita menengok kembali betapa ambisiusnya industri ini beberapa tahun lalu.
Kilas Balik Ambisi TV 8K
Sejarah mencatat bahwa Sharp adalah pionir yang memamerkan prototipe TV 8K pertama di CES 2012, dan mulai menjualnya di Jepang pada 2015 dengan harga fantastis mencapai 16 juta yen (sekitar Rp1,7 miliar kurs saat itu).
Dukungan ekosistem pun sempat menguat saat VESA dan HDMI Forum merilis standar kabel pendukung pada 2016. Samsung kemudian mempopulerkannya di pasar Amerika Serikat pada 2018, disusul oleh LG yang merilis TV OLED 8K pertamanya pada 2019 demi mempertegas klaim bahwa 8K adalah "the future".
Mengapa TV 8K Redup?
Namun, realitas pasar berkata lain. Melansir dari Arstecnica via Kompas Tekno, setidaknya ada tiga alasan utama mengapa LG dan vendor lainnya akhirnya "menyerah":
Kelangkaan Konten Native 8K: Hingga hari ini, konten dengan resolusi 8K asli masih sangat langka. Tanpa konten yang memadai, resolusi tinggi pada layar menjadi mubazir.
Keterbatasan Biologis Mata Manusia: Pada jarak tonton normal di ruang keluarga, mata manusia hampir mustahil membedakan perbedaan ketajaman antara TV 4K dan 8K secara signifikan.
Regulasi Energi yang Ketat: Uni Eropa menetapkan batas konsumsi energi yang sangat ketat. TV 8K, yang secara teknis membutuhkan daya listrik jauh lebih besar untuk menyalakan piksel yang padat, kesulitan memenuhi standar regulasi tersebut.
Saat ini, hanya Samsung yang masih terlihat konsisten mempertahankan lini TV 8K mereka di pasar global. Sementara itu, vendor lain termasuk LG yang memilih untuk kembali fokus menyempurnakan kualitas panel 4K yang lebih efisien dan relevan bagi konsumen.
Baca juga : Lonjakan Harga SSD 1 TB di Awal 2026: Strategi Produsen atau Kelangkaan Global?
Mundurnya LG dari pasar 8K membuktikan bahwa resolusi tinggi bukanlah segalanya. Bagi konsumen, kualitas warna, kontras (HDR), dan efisiensi daya jauh lebih memberikan dampak nyata pada pengalaman menonton harian dibandingkan sekadar angka resolusi yang besar namun minim konten pendukung.
Bagi kamu yang berencana membeli TV baru, fokus pada panel 4K OLED atau 4K QLED tetap menjadi pilihan paling cerdas dan relevan untuk investasi jangka panjang hingga beberapa tahun ke depan.
Jangan sampai salah pilih! Meskipun tren 8K mulai meredup, teknologi TV 4K justru semakin matang dan terjangkau. Dapatkan berbagai pilihan Smart TV 4K terbaru dari brand ternama dengan garansi resmi dan harga terbaik hanya di DB KLIK.
Cek Katalog TV 4K Unggulan di Website DB KLIK dan Apps DB KLIK atau melalui tautan ini.
DB KLIK – Toko Komputer Surabaya terpercaya di Indonesia. Kami menghadirkan solusi kebutuhan elektronik terlengkap, mulai dari laptop, gadget, perangkat gaming, produk lifestyle, hingga aksesoris pendukung lainnya. Nikmati pengalaman belanja hemat dan mudah melalui Website DB Klik atau unduh Aplikasi DB KLIK di Play Store dan App Store. Belanja di DB KLIK, dijamin produk orisinal dan berkualitas!





