Stop Kontak Penuh, Apa Benar Bisa Picu Kebakaran? Ini Fakta Sebenarnya
DB KLIK - Media sosial beberapa waktu lalu ramai membicarakan kebiasaan mencolok banyak perangkat seperti, charger HP, laptop, hingga televisi secara bersamaan.
Banyak orang menganggap hal ini biasa saja, namun ada kekhawatiran yang selalu muncul yakni, apakah stop kontak yang penuh bisa memicu kebakaran?
Pertanyaan ini bukan mitos belaka. Faktanya, kebiasaan tersebut memang sangat berisiko.
Seperti pembahasan beberapa waktu lalu yang diawali dari unggahan akun @tan********se pada Rabu (13/8/2025), yang menulis "Colok semua elektronik watt besar kayak mesin cuci, kulkas, sampai blender. Terus nyalain bersamaan. Ini cara buat rumah lo kebakaran".
Unggahan tersebut menyebut bahwa extender umumnya memiliki batas maksimal 600 sampai 2.000 watt. Banyak warganet kemudian mengaku memiliki kebiasaan mencolokkan berbagai perangkat ke extender secara bersamaan dan berterima kasih atas peringatan itu.
Baca juga : Viral! Ini Prompt AI Gemini untuk Membuat Foto Polaroid Dipeluk Idol K-Pop
Lantas, benarkah kebiasaan ini bisa memicu kebakaran?
Untuk memahami bahayanya, kita harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik stop kontak. Berikut fakta sebenarnya dari para pakar.
Pakar Benarkan Resiko Kebakaran
Muhammad Nizam, Dosen Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, membenarkan bahwa mencolokkan terlalu banyak perangkat elektronik ke satu stop kontak kabel (extender) memang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Menurutnya, ada tiga penyebab utama yang membuat extender tidak kuat menahan beban listrik jika digunakan bersamaan untuk banyak perangkat:
1. Beban listrik berlebih
Hal ini bisa menyebabkan kabel atau stop kontak menjadi panas berlebihan.
2. Tidak dirancang untuk beban besar
Banyak kabel ekstensi dibuat untuk perangkat ringan. Bila dipaksa menyalakan perangkat berdaya besar, risiko panas berlebih hingga korsleting meningkat.
3. Korsleting
Jika terjadi korsleting, bisa timbul percikan api atau panas berlebih yang berpotensi memicu kebakaran. Nizam menjelaskan, setiap stop kontak kabel memiliki kapasitas arus yang berbeda.
Karena itu, jumlah perangkat yang dicolokkan harus disesuaikan agar tidak melebihi kapasitas yang diizinkan.
“Agar lebih aman, perangkat elektronik berdaya besar sebaiknya langsung dicolok ke stop kontak dinding, bukan melalui kabel extender,” ujarnya dikutip dari Kompas, Kamis (11/9/2025).
Baca juga : iPhone 17 Vs iPhone 16: Bukan Sekadar Upgrade Biasa, Ini Perbedaan Paling Signifikan
Sementara itu, Dosen Teknik Kelistrikan STEI ITB Syarif Hidayat memberikan sejumlah alat rumah tangga yang memerlukan daya besar.
Berikut daftarnya seperti yang dikutip dari Kompas :
AC (Air Conditioner)
Menurut Syarif, AC bisa memakan daya bahkan saat tidak digunakan. Sementara ketika ruangan tidak tertutup rapat, energi dingin bocor dam membuat AC bekerja ekstra.
Konsumsi daya pendingin ruangan ini berkisar 500 sampai 1500 watt.
Televisi
Dia melanjutkan bahwa TV turut memakan banyak daya listrik bila dibiarkan menyala tanpa ditonton. Adapun daya TV sekitar 90 sampai 120 watt.
Microwave
Pemakaian alat ini mengonsumsi daya sekitar 1.500 sampai 2000 watt.
Kulkas dan freezer
Alat elektronik yang selalu menyala ini menggunakan daya sekitar 100 watt.
Vacum cleaner
Sementara itu, penyedot debu biasanya menghabiskan daya antara 900 sampai 200 watt, bergantung pada tipe dan kapasitasnya.
KESIMPULAN
Menggunakan banyak perangkat elektronik pada satu stop kontak ekstensi (extender) sangat berisiko dan bisa memicu kebakaran. Pakar teknik elektro membenarkan bahwa kebiasaan ini berbahaya dengan beberapa alasan yang sudah di ulas di atas. Untuk menghindari bahaya, disarankan agar perangkat berdaya besar seperti AC atau microwave dicolokkan langsung ke stop kontak dinding.
DB Klik - Toko Komputer Surabaya yang terpercaya di Indonesia. Menjual berbagai macam kebutuhan elektronik yang lengkap seperti laptop, gadget, gaming, lifestyle, dan aksesoris. Belanja kebutuhan elektronik yang lengkap dan hemat langsung melalui Website DB Klik, Dijamin Berkualitas.







